John Smith

I am a Writer

John Doe

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit .
Erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper.

  • 3066 Stone Lane, Wayne, Pennsylvania.
  • +610-401-6021, +610-401-6022
  • admin@mydomain.com
  • www.yourdomain.com
Me

My Professional Skills

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

Web Design 90%
Web Development 70%
App Development 95%
Wordpress 60%

Awesome features

Aliquam commodo arcu vel ante volutpat tempus. Praesent pulvinar velit at posuere mollis. Quisque libero sapien.

Animated elements

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Sed tempus cursus lectus vel pellentesque. Etiam tincidunt.

Responsive Design

Pellentesque ultricies ligula a libero porta, ut venenatis orci molestie. Vivamus vitae aliquet tellus, sed mollis libero.

Modern design

Duis ut ultricies nisi. Nulla risus odio, dictum vitae purus malesuada, cursus convallis justo. Sed a mi massa dolor.

Retina ready

Vivamus quis tempor purus, a eleifend purus. Ut sodales vel tellus vel vulputate. Fusce rhoncus semper magna.

Fast support

Suspendisse convallis sem eu ligula porta gravida. Suspendisse potenti. Lorem ipsum dolor sit amet, duis omis unde elit.

0
completed project
0
design award
0
facebook like
0
current projects
  • FEELING



    1. Orang FEELING lebih menggunakan perasaan. Maka sampaikan perasaanmu. Hargai perasaannya.
    2. Orang FEELING mencari keharmonisan. Jangan lakukan atau katakan apapaun yang bisa merusak hubungan.
    3. Orang FEELING selalu ingin memimpin, bahkan ketika tidak sedang dalam posisi itu. Maklumin aja deh.
    4. Orang FEELING mempertimbangkan sesuatu berdasar kasih sayang. Jadi buatlah dia sayang sama kamu.
    5. Orang FEELING mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya pada orang lain. Manfaatkan itu.
    6. Orang FEELING hangat dan ramah pada setiap orang. Maka Anda juga harus bersikap hangat dan ramah padanya.
    7. Orang FEELING pandai berempati, jadi banyak sahabatnya. Maka tunjukkan empati ketika ia curhat padamu.
    8. Orang FEELING tidak suka konfrontasi. Jadi jangan argumentasi. Jangan berseberangan dengannya.
    9. Orang FEELING mudah sakit hati dan pendendam. Jadi jangan sekali-kali kamu sakiti hatinya.
    10. Orang FEELING kurang tegas menuntut hak. Jangan harap dia mengatakannya. Kamu harus sadar sendiri.

  • THINKING



    1. Orang THINKING lebih menggunakan pikirannya. Jadi jgn terlalu sering omongin perasaan, dari pada kamu capek hati.
    2. Orang THINKING keras kepala. Jadi jangan berargumen dengannya, cukup tunjukkan data yang valid.
    3. Orang THINKING berfikir sebab akibat. Maka kalau terpaksa argumentasi, tunjukkan hubungan logis dari pendapatmu.
    4. Orang THINKING menghargai sesuatu yang masuk akal. Jangan omongin klenik, magis, dan semua teman2nya itu.
    5. Orang THINKING adil & objektif. Keputusannya murni berdasakan data valid & argumentasi logis,nggak pakai perasaan
    6. Orang THINKING kalau memberi pujian, sesuai, tidak lebih dan tidak kurang. Lakukan hal yang sama padanya.
    7. Orang THINKING terlihat tidak peka. Jadi jangan tersinggung kalau dia tidak cepat menangkap perasaanmu.
    8. Orang THINKING memiliki ketegasan menuntut hak. Jadi jangan risih. Itu termasuk sopan dalam kamusnya.
    9. Orang THINKING kritis terhadap segala sesuatu. Semuanya dipikirkan. Semuanya dikomentari. Jadi ikuti saja.
    10. Orang THINKING rasa percaya dirinya tinggi. Kamu bisa andalkan dia untuk banyak hal (khususnya pekerjaan)

  • SENSING






    1. Orang SENSING menghargai kerapian dan detil, maka berpakaianlah dgn rapi, bersihkan meja kerja kamu, puji penampilannya.
    2. Orang SENSING ingatannya bagus dan suka bicara masa lalu, maka pancing dia untuk cerita pangalaman hidupnya.
    3. Orang SENSING perlu kejelasan. Buatlah aturan main yang jelas dan apa yang diharapkan darinya. Jangan suruh dia menebak.
    4. Orang SENSING menyukai hadiah yang konkrit. Dari pada susah bikin puisi cinta, ajak dia ke Mall suruh pilih kado sendiri.
    5. Orang SENSING suka urutan. Ketika bicara padanya pastikan berurtutan. Ketika memberinya tugas urutannya harus jelas.
    6. Orang SENSING gesit. Mobilitasnya tinggi. Maka kamu harus bisa ikuti kecepatan geraknya, jangan mudah loyo.
    7. Orang SENSING suka yang praktis. Jangan ngomong konsep atau ide-ide liar kamu. Tapi apa yang bisa langsung dijalankan.
    8. Orang SENSING short-sighted. Jangan ajak dia melihat apa yang akan terjadi di masa datang, cukup apa yang ada disekitarnya saja.
    9. Orang SENSING suka berpetualang. Sering-seringlah ajak dia pergi jalan-jalan hingga panca inderanya terpuaskan.
    10. Orang SENSING memerlukan kestabilan. Jangan lakukan perubahan apapun jika tidak perlu. Berikan ia kepastian.

  • 5 Mesin Kecerdasan



    • Sensing memiliki kecerdasan inderawi,
    • Thinking memiliki kecerdasan berpikir,
    • Intuition memiliki kecerdasan indera ke enam,
    • Feeling memiliki kecerdasan perasaan, dan
    • Instinct memiliki kecerdasan indera ke tujuh.

    Uraiannya adalah sebagai berikut:

    • Kecerdasan S mengandalkan pancaindranya sehingga orang S cenderung praktis, konkrit, dan jangka pendek, sesuai dengan jangkauan panca inderanya.
    • Kecerdasan T mengandalkan pikiran logisnya, hal mana mem- buat orang T objektif, adil, dan efektif.
    • Kecerdasan I mengandalkan indera keenamnya dalam mengam- bil keputusan yang berarti jauh terproyeksi ke depan, menjadikannya orang yang sangat optimistis, jangka panjang, dan terkonsep.
    • Kecerdasan F selalu merujuk kepada perasaannya yang mem- buat orangnya bertenggang rasa, bijak, dan memimpin.
    • Sementara In selalu merujuk kepada indera ketujuh jika akan mengambil keputusan, menjadikan orang In spontan, pragmatis, dan rela berkorban.

  • STIFIn; Simpel, Akurat, Aplikatif

    Simpel 

    Mulai dari simpel. Kenapa disebut simpel? Penjelasannya sederhana karena dari miliaran manusia, oleh STIFIn dikelompokkan hanya dalam 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Kita tidak pusing dengan pengelompokan manusia dalam banyak kotak, se-perti MBTI dan socionic yang mengelompokkan dalam 16 kotak.

    Jika berkaitan dengan kecerdasan, STIFIn cukup 5 kotak, yaitu: S, T, I, F, In. 

    Lima mesin kecerdasan itu mencakup seluruh jenis kecerdasan yang ada yang dimiliki manusia di muka bumi ini. Bahkan alien pun, andaikan alien itu memang ada, bisa dimasukkan satu diantara 5 mesin kecerdasan. Kalau dilihat dari bentuk kepalanya, berdasarkan foto yang beredar yang umum dipercayai sebagai makhluk luar angkasa, alien lebih menyerupai mesin kecerdasan Intuition.

    Masih ada penjelasan lain kenapa konsep STIFIn disebut simpel karena bersifat multy-angle theory.

    Artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan teori kecerdasan dan personaliti dari disiplin ilmu yang lain. Seperti konsep otak kiri dan otak kanan (Roger W. Sperry) atau pembagian neokortek sebagai otak atas dan limbik sebagai otak bawah (Paul Broca) atau pembagian 6 Hexagonal Holland (John Holland) juga konsep DISC (Thomas International) atau bahkan teori lama Hippocrates Galenus dapat dengan mudah dibedah menggu- nakan STIFIn. 

    Uraian persamaannya sebagai berikut:

    1. Otak kiri dan otak kanan sama dengan S+T dan I+F pada STIFIn.

    2. Neokortek dan limbik sama dengan T + I dan S + F pada STIFIn.


    6 Hexagonal Holland, Artistic-Realistic, identik dengan Kanan- Kiri STIFIn,

    6 Hexagonal Holland, Investigative-Social identik dengan Atas- Bawah STIFIn,

    6 Hexagonal Holland, Conventional-Enterprising identik dengan diagonal Organisasi-Produksi STIFIn.


    D-I-S-C pada Thomas International identik dengan S-F-I-T pada STIFIn.

    Kholeris, Flegmatis, Melaneslis, dan Sanguinis sama dengan S, T, I, dan F pada STIFIn.

    STIFIn dengan mudah dapat diaplikasikan untuk anak berkebutuhan khusus serta terapi masalah-masalah kejiwaan dan kesehatan fisik. Jangan terkejut jika kami mengatakan bahwa dunia kedokteran bisa menggunakan konsep STIFIn untuk mendiagnosis penyakit secara akurat. Namun, aplikasi yang paling jitu adalah ketika konsep STIFIn digunakan untuk praktik penggemblengan diri dengan prinsip fokus-satu-hebat. 

    Konsep kecerdasan tunggal yang dianut STIFIn lebih mampu menjelaskan realitas otak dalam keseharian. Itulah penjelasan kenapa konsep STIFIn yang menganut kecerdasan tunggal lebih aplikatif ketimbang, sebutlah, konsep kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligence (MI) yang bisa digambarkan dengan meng- gunakan metafora sederhana: kepemimpinan ayah dalam keluarga.

    Menurut konsep STIFIn setiap orang memiliki seluruh otak, namun hanya ada satu yang memimpin (sebaliknya menurut MI ada dua, tiga, atau empat yang dominan). “A specialist in the construction of the whole” kata Daoed Joesoef.

    Dalam satu keluarga yang terdiri atas bapak-ibu-anak, posisi pemimpin dipercayakan kepada bapak. Jika sang bapak maju, maka semua keluarga maju. Sehingga konsentrasi perhatian keluarga diprioritaskan pada sang bapak. Konsep kecerdasan tunggal yang dipakai STIFIn lebih aplikatif karena ternyata kecerdasan dominan (seperti sang bapak) mampu memiliki daya jalar yang lebih baik. Sementara kalau menurut konsep MI investasi yang dimiliki keluarga disebar kepada semuanya, sehingga postur investasi dalam keluarga terpolarisasi. Ingat bahwa kecerdasan yang lemah (dimetaforkan ibu- anak) tidak memiliki daya jalar sebagaimana kecerdasan dominan (dimetaforkan bapak).


    Akurat 

    Lantas kenapa konsep STIFIn disebut akurat? Semua itu karena STIFIn menguraikan cara kerja otak berdasarkan sistem operasinya, bukan kapasitas hardware-nya. Bayangkanlah satu komputer. Ok sudah? 

    Yang dimaksud hardware adalah perangkat keras, sedangkan sistem operasi adalah yang berfungsi menghubungkan antara perangkat keras dengan aplikasi, seperti Microsoft Windows, Linux, Android, dan Macintosh. Nah, IQ itu adalah perangkat keras. Dengan demikian, mengukur IQ sama dengan mengukur kapasitas hardware. 

    Makanya jika Anda tidak punya uang untuk melakukan tes IQ, tidak usah sedih, tinggal cari meteran, lalu ukur lingkar kepala, meski ini sangat kasar, tetapi kapasitas otak bisa diketahui. Kalau hasil pengukuran lingkar kepala Anda 60 cm, itu artinya IQ Anda kurang lebih 110. Mengapa dibilang sangat kasar karena dengan mengukur lingkar kepala semata-mata mengukur volume sel otak, sedangkan jumlah sambungan dendrit antar sel otak tidak diperhitungkan.

    Berbeda dengan konsep yang lain, STIFIn menggunakan sistem operasi yang berbicara tentang jenis watak kecerdasan. Tiap jenis kecerdasan punya wataknya sendiri-sendiri. Jenis watak kecerdasan itulah yang kemudian disebut sebagai mesin kecerdasan. Jadi, STIFIn memetakan otak bukan berdasarkan belahan otak yang paling besar volumenya, melainkan berdasarkan belahan otak yang paling kerap digunakan. 

    Itulah yang disebut sebagai sistem operasi. Membagi otak berdasarkan belahan otak yang berperan sebagai sistem operasi inilah yang membuat STIFIn akurat. Dalam sistem operasi tidak ada wilayah abu-abu, setiap jenis kecerdasan, seaneh apapun itu, dapat digolongkan ke dalam salah satu diantara 5 mesin kecerdasan yang ada dengan garis pemisah yang tegas.


    Aplikatif 

    Lalu kenapa disebut aplikatif? 

    Jawabannya: konsep STIFIn bercirikan multy-angle field yang kurang lebih artinya, STIFIn dapat dipakai untuk menjelaskan bidang apa saja. STIFIn dapat diaplikasikan pada bidang learning, profession, parenting, couple, politic, human resources, dan bidang-bidang lainnya. Kenapa pasangan suami istri tidak harmonis? Kenapa Pak JK kalah dalam pemilu presiden? Kita dapat memakai STIFIn sebagai pisau untuk membedah dua pertanyaan itu. 

    Tidak itu saja. STIFIn sudah menyiapkan modul-modul training secara tematik dari masing-masing topik tadi. Ketika konsep lain masih berkutat pada masalah-masalah umum, STIFIn sudah jauh di depan dengan menyiapkan training untuk masalah spesifik.

  • Sejarah STIFIn

    Sejarah perjalanan konsep STIFIn dimulai tahun 1999 ketika Farid Poniman bersama partnernya, Indrawan Nugroho, yang kemudian diikuti oleh Jamil Azzaini mendirikan lembaga training Kubik Leadership.

    Lembaga training tersebut setiap memulai program trainingnya terlebih dahulu memetakan peserta training sesuai dengan jenis kecerdasannya. Sebagai konsep, STIFIn kala itu bisa dibilang masih embrio. 

    Perbaikan konsep dilakukan di sana-sini seiring dengan berkembangnya penyelenggaraan training Kubik Leadership. Namun, kala itu, tesis atau hipotesisnya sudah matang dan kukuh bahwa manusia memiliki kecerdasan genetik.

    Jamil Azzaini

    Pada awalnya, Farid Poniman menggunakan empat kecerdasan yakni S, T, I, dan F seperti bisa dibaca dalam buku best seller Kubik Leadership. 

    Pergulatan intelektual dan penyempurnaan terus dilakukan oleh Farid Poniman, sebelum terbitnya buku ke DNA SuksesMulia yang akhirnya berujung pada penemuan kecerdasan ke lima, yakni In. 


    Indrawan Nugroho

    Sekarang STIFIn sudah final dengan 5 mesin kecerdasan dan 9 personaliti genetik. Artinya tidak akan ada jenis kecerdasan ke 6 dan tidak akan ada personaliti genetik yang ke-10.






  • Apa Itu STIFIn?

    STIFIn merupakan sebuah konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi mesin kecerdasan manusia berdasarkan sistem operasi otak yang dominan dan dapat diketahui dengan memindai sidik jari. 

    Metode STIFIn tersusun dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu sumber daya manusia yang akan membantu kita mengenali dan memahami karakter dan kepribadian setiap manusia. 

    Sesuai dengan namanya, dalam konsep STIFIn yang diperkenalkan oleh Farid Poniman, terdapat 5 mesin kecerdasan, yaitu SensingThinkingIntuitingFeeling, dan Insting.

    sumber gambar stifinbekasi.com

    S – SENSING

    Kecerdasan SENSING mengandalkan pancaindranya sehingga orang SENSING cenderung praktis, konkrit, dan jangka pendek, sesuai dengan jangkauan pancaindranya.

    Seorang SENSING memiliki karakter rajin dan focus dalam mengerjakan sesuatu sampai tuntas. Orang SENSING juga memiliki daya ingat yang kuat dan detail.

    Orang SENSING adalah orang yang taat pada aturan . Ketika diminta melakukan sesuatu, ia akan melakukannya seperti orang kebanyakan. Ia tidak akan melanggar aturan.


    T – THINKING

    Kecerdasan THINKING mengandalkan pikiran logis. Inilah yang membuat orang THINKING obyektif, adil, dan efektif.

    Orang THINKING berkarakter tegas, mandiri, kokoh seperti besi , memiliki kepandaian menunjukkan kesalahan dengan kepandaiannya. Ia juga diberikan kemampuan untuk memerintah serta memegang kekuasaan.


    I – INTUITING

    Kecerdasan INTUITING yang mengandalkan indra keenamnya dalam mengambil keputusan yang bisa berakibat jauh ke depan, menjadikannya orang yang sangat optimis, jangka panjang, dan terkonsep. Ide-idenya liar dan menghasilkan sesuatu yang berbeda.

    Orang INTUITING optimis, kreatif, berkelas, kuat, dan fleksibel. Seperti kayu, ia memiliki keindahan seperti jari manis. Jari manis adalah bagian jari yang paling susah digerakkan, tetapi bentuknya indah serta tempat untuk meletakkan cincin.

    Bukankah kreatifitas sebenarnya juga susah digerakkan ? Kreatifitas adalah ilmu yang paling bernilai. Ia suka berada dlam lingkungan yang penuh ide. Ilmu dan ide adalah hal yang paling bernilai di mata orang INTUITING.

    Orang INTUITING menemukan kemistrinya dengan ilmu, kreatifitas, gagasan, solusi yang diwakili oleh unsur KATA.


    F – FEELING

    Kecerdasan FEELING selalu merujuk kepada perasaannya sehingga ia menjadi orang yang tenggang rasa, bijak, dan memiliki kemampuan memimpin.

    Orang FEELING itu penuh cinta, semangat, serta punya emosi yang bergantun g pada mood. Semua berasal dari perasaan, yang menjadi andalannya adalah CINTA.


    I – INSTING

    Kecerdasan INSTING selalu merujuk kepada indra ketujuh jika akan mengambil keputusan. Orang  INSTING spontan, pragmatis, serba bisa, dan rela berkorban.

    Orang INSTING mengalir, tenang, mencari kebahagian dan kedamaian dengan jalan memberikan manfaat kepada orang lain.

    Ibarat jari tengah, orang INSTING berada di tengah untuk meningkatkan perannya. Ia bisa juga berada di tengah untuk mendamaikan orang yang bertikai. Keberadaannya untuk menutupi dan melengkapi.  Ia berada di tengah karena kemampuannya yang serba bisa.


  • Rehat 25 STIFIn


  • Rehat 15 STIFIn


  • Rehat 13 STIFIn


  • Rehat 21 STIFIn


  • Rehat 19 STIFIn


  • Kekeringan Batin


    Jika segalanya menjadi kemurungsung, menyebalkan, menjemukan, serba tidak mengenakkan, dan gamang sepertinya anda sedang dilanda kekeringan batin. Itu pertanda iman lagi turun. Harus disiram agar kembali subur bersemi. Menjadi segar, vitalitas membaik, hidup lebih berselera, bugar, aktif, banyak memberi, merasa bermanfaat, masa depan terlihat lebih cerah. Iman mulai merangkak naik kembali. Naik turun iman itu manusiawi.
    Naik turun iman itu wajar sepanjang grafik kecenderungannya naik.
    Yang berbahaya jika grafik kecenderungannya datar tidak naik. Apalagi kalau grafik kecenderungannya turun akan lebih berbahaya lagi. Untuk terjaga agar trend iman tetap naik maka siramilah batin anda dengan keimanan, ketakwaan, dan amal shaleh.
    “Duuuh ini normatif banget….gimana dong konkritnya…dari mana saya harus mulai….berat niih” ujar galauers.
    Mulailah dari memberi dari yang kecil-kecil, mulailah dulu memberi pada diri sendiri. Cari cermin dan berkaca. Cobalah senyum, lihat anda menjadi lebih menarik bukan. Nah sekarang perlihatkan senyum itu kepada orang lain.
    Teruslah giving, mulai dari yang gratisan seperti senyum hingga yang mengeluarkan uang. Mulai dari keluar sedikit hingga keluar banyak. Mulai dari kepada keluarga hingga kepada masyarakat luas.
    Giving-lah tangga keberhasilan anda. Setelah itu anda akan terpana dengan hasilnya bahwa yang anda beri itu ternyata berbalas lebih banyak. Ini baru jalur Ar RahmanNya Allah.
    Akan lebih dahsyat jika anda juga pakai jalur Ar RahimNya Allah. Disini anda mesti rajin shalat.
    Tahukah anda bahwa dibalik Ar Rahman dan Ar RahimNya Allah, anda juga diberi kekuatan dahsyat dalam diri anda yaitu ‘makaanat‘ anda. Lima kali disebut dalam Al Quran. Sebagai ‘ujung kemampuan terbaik‘ anda. Maka pergunakanlah itu, insyaallah anda akan hidup hepi.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn

  • Penuh Keberuntungan


    Luar biasa melihat kehidupan seseorang yang serba diliputi keberuntungan. Mulai dari wajah yang berbinar-binar, selalu senyum, sedikit bicara banyak mendengar. Badan sehat, nyaris tidak pernah sakit, dan rajin aerobik sehingga bentuk badan atletis. Metabolisme badan berjalan baik. Proses BAK dan BAB berlangsung lancar serta selalu ditutup dengan bersuci.
    Isi dompet selalu mencukupi keperluannya. Bahkan kerap mentraktir orang lain, menolong kesulitan orang, dermawan secara sosial. Ia bukan mencari harta, melainkan harta yang mencarinya. Ia bukan mencari tahta, melainkan tahta yang mencarinya.
    Kehidupan batinnya begitu tenang, damai, dan mengalir. Ditakdirkan memiliki pasangan hidup yang ideal dengan anak-anak yang sempurna. Nyaris tanpa kecelakaan dan musibah yang berarti. Begitu aktif. Begitu lurus.
    Apa kunci rahasianya? Apakah semua orang bisa seperti itu? Jawabannya bisa! Kunci rahasianya adalah ‘berilmu, bersyukur, bersabar‘.
    Yang dimaksud berilmu itu dimulai dari mengetahui apa yang layak disyukuri dan disabariBersyukur adalah mengoptimalkan apa kekuatan dan kelebihan yang Tuhan beri. Bersabar adalah bertahan dan tetap bisa mengambil hikmah atas kelemahan dan kekurangan yang terjadi.
    Itulah kemuliaan akhlak bertitik tolak pada apa yang Tuhan beri. Yang ternyata setiap orang punya genetikanyaPunya jalannya sendiri-sendiri yang perlu disyukuri dengan ilmu yang betul.
    Maka ubahlah jalan hidup anda dengan milestone baru menuju keberkahan. Hidup penuh keberuntungan. Mulailah 100% dari apa yang Tuhan beri.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Mencegah Dehumanisasi


    Dunia teknologi bergerak ke arah dehumanisasi. Robot pengganti buruh, senjata pembunuh massal, drone menjadi sniper, mekanisasi pertanian-peternakan-perikanan, ledakan industri boneka sex, komputasi urusan rumah tangga, artificial intelligence (kecerdasan buatan) di semua bidang, kontrol genom rekayasa genetik, autonomous nanobot alias mesin molekuler yang bisa memperbanyak diri; diantara contoh-contoh dehumanisasi teknologi. Perkembangan teknologi itu bergerak ke arah yang berbeda dari yang diinginkan manusia kebanyakan.
    Bahkan bukan hanya kehadiran manusia, juga keberadaan pemerintahan menjadi tidak diperlukan. Teknologi block-chain yang dipakai cryptocurrency adalah permulaannya.
    Bagaimana mencegah dehumanisasi teknologi tersebut? Antisipasi apa yang perlu dilakukan sebelum era singularitas terjadi? Yaitu era kekacauan yang disebabkan karena teknologi supercerdas sampai tidak lagi bisa diasumsikan. Entah apa yang akan terjadi sudah tidak bisa lagi diprediksi. Itulah era singularitas. Bagaimana mengantisipasi semua ini?
    Jawabannya adalah spiritualitas-alfa. Semaju apapun teknologi-beta tersebut tidak akan bisa mengalahkan spiritualitas-alfa.
    Kebenaran akan mengalahkan kebatilan.
    Mengangkasanya otak teknologi akan kalah dengan kedalaman hati manusia. Keyakinan bertuhan kepada Maha Pencipta yang jauh melampaui kedahsyatan teknologi akan menjadi benteng kemanusiaan. Menggalang humanisasi sejati akan menghentikan proses dehumanisasi.
    Bagaimanapun, keshalehan akan menundukkan kecanggihan.
    Keshalehan individu, keshalehan sosial, dan keshalehan akhir zaman akan menjadi lebih mudah jika melalui pintu genetiknya masing-masing.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Bintang Terang

    Setiap orang hebat harus memiliki ‘Bintang Terang’. Begin with the end in mind. Setelah meninggal ingin dikenang orang dengan sebutan apa. Saya ingin dikenang orang sebagai tokoh penggemblengan. Mencetak dan menempa orang dalam jumlah yang banyak untuk cukup menggeser peradaban baru menuju SuksesMulia. Frase zaman now disebut Therapist Cultural. Itulah ‘Bintang Terang’ saya.

    Bintang Terang Mesin Kecerdasan

    Bagaimana dengan anda? Bahkan pada sebagian orang menjadi takut untuk bermimpi. Padahal mimpi itu adalah prasangka baik kita kepada Tuhan. Dan Tuhan sebagaimana prasangka hambaNya. Dengan bermimpi kita sedang menciptakan jalan lurus amal shaleh yang akan kita akumulasikan. ‘Bintang Terang’ yang akan dirumuskan dalam frase yang sederhana tersebut harus merujuk kepada MK (mesin kecerdasan) anda. Juga memasukkan social roles yang akan anda mainkan. Tanpa social roles maka tidak bangkit sisi kebermanfaatan dan kemuliaan anda bagi orang lain.
    ‘Bintang Terang’ orang Sensing dikenang akan kedermawanannya, Thinking dikenang akan keahliannya, Intuiting dikenang akan keilmuannya, Feeling dikenang akan ketokohannya, dan Insting dikenang akan keberperanannya. Jalur ‘Bintang Terang’ yang lebih mudah dicapai oleh masing-masing MK.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Rumah (Tangga) Berkah


    Rumah (tangga) yang berkah adalah rumah yang seperti surga di dunia. Keadaan rumah tangganya kira-kira sebagai berikut: hanya ada suara rendah tanpa teriakan nada tinggi, selalu hadir bacaan al Quran dan dzikir, shalat berjamaah awal waktu, semua penghuni laki-laki ke mesjid, setiap pulang dari mesjid semua cium tangan ayahnya, makanan senantiasa tersedia untuk keluarga dan tamu, ngaji dan dzikir bersama habis subuh dan habis maghrib, bercengkrama sambil makan buah-buahan bersama di ruang keluarga, mendengar cerita gembira dan lucu, ayah pulang kantor selalu tersenyum, ibu menyambut dengan gembira disertai pijitan-pijitan kecil, jarang ada penghuni yang sakit, setiap minggu olahraga bareng, setiap bulan jalan-jalan ke luar kota, setiap tahun wisata rohani (umrah atau tadabbur wawasan ke luar negeri), tidak berhenti mengeluarkan sedekah subuh, mingguan, bulanan, atau tahunan, menjadi 'pohon rindang' tempat berlindung bagi keluarga besarnya, bagi tetangga dan sosialnya, menjadi rumah tempat menggembleng kader tokoh-tokoh masa depan, dan berbagai kebaikan-kebaikan lainnya.

    Rumah (tangga) neraka adalah sebaliknya: tidak hidup agama di dalamnya, dihidupkan dengan 'uang panas', berlangsung kebiasaan-kebiasaan syetan, terpapar banyak masalah seperti maksiat, zina, narkoba, atau berbagai kriminal lainnya, langganan masuk rumah sakit, bermasalah dengan tetangga dan sosial, selalu hadir musibah seperti kecelakaan, kehilangan, kebakaran, konflik-konflik horisontal, dipenuhi pertengkaran seisi rumah dan berbagai keburukan lainnya.

    Pilih yang mana? Bersama malaikat atau syetan? Pasti semua sudah tahu jawabannya. Mulai dari mana? Jawaban yang paling sederhana adalah mulai dari mendirikan shalat.

    Hadirkan Tuhan yang tunggal. Jadikan Ka'bah sebagai kiblat tunggal. Berimamlah kepada pemimpin negara yang tunggal. Perankan suami sebagai imam keluarga yang tunggal. Perbaiki diri dengan berimam pada kecerdasan tunggal. Hidup akan mudah, murah, dan menyenangkan. "Siapa yang tidak merasakan surga dunia maka ia tidak akan mendapatkan surga akhiratnya" Ibnu Taimiyah.

    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Tebar Pesona


    Masyarakat Indonesia terbilang suka tebar pesona. Media sosial menjadi ajang pamer. Selalu meng-update kegiatannya. Mendadak menjadi seperti sosialita. Gemar pencitraan dan sekaligus terpukau oleh pencitraan. Akibatnya secara keseluruhan ada gab antara citra dan realita.
    Budaya Feeling yang masih mentah akan berkomunikasi dipoles dengan manipulasi pencitraan. Sehingga mesti didiscount. Jangan semua dipercaya. Yang benar hanya sebagiannya. Sebagiannya yang lain hanya manipulasi pencitraan.
    Apakah ini sehat dalam kehidupan sosial? Tentu saja tidak. Akhirnya orang awam akan lebih mengagungkan sosialita dibanding pejuang senyap. Akhirnya masyarakat Indonesia akan menjadi buih di tengah lautan perkembangan yang sesungguhnya. Akhirnya masyarakat Indonesia sukar untuk diajak berjuang karena sudah terpapar virus pencitraan. Kakinya tidak bertapak di bumi dan mengawang-ngawang di dunia khayalan. Celakanya yang gak berhasil mencapainya mencari pelarian pada narkoba dan berbagai kemaksiatan lainnya. Akhirnya masyarakat terperangkap dosa sosial.
    Padahal seharusnya masyarakat dibawa kepada keikhlasan. Yang rela untuk tidak terkenal demi menjaga jiwanya. Biarkan tangan kanan berbuat baik tanpa diketahui tangan kiri. Melakukan operasi senyap atas berbagai program sosial. Membela dan memperjuangkan nasib tertindas secara diam-diam. Ini memang sulit karena harus melakukan revolusi moral. Dari 'aku doyan rating' menuju 'ikhlas demi kita'. Sementara panggung kehidupan telah memerangkap dalam demokrasi rating. Populerisme semu.
    Ayo bangkit dari tidur panjang. Membangun peradaban baru yang lapang jiwa penuh kontribusi nyata.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Up Copy.

    Meniru tidaklah jelek. Peniruan di level yang lebih baik disebut sebagai ‘up copy’.

    Unsur lebih baiknya bisa :

    1. Dari segi waktu. Ketika orang kreatif masih berancang-ancang menjalankan idenya, sang peniru sudah memulainya. Atau unsur lebih baiknya
    2. Dari segi efisiensi. Pemilik ide untuk konkritkan idenya perlu biaya lebih mahal sementara peniru dapat merealisasikan dengan biaya lebih murah. Atau lebih baiknya
    3. Dari unsur eksekusi. Pemilik ide sudah terbayang hasilnya seperti tergambar, sementara peniru melakukannya dengan otot dan keterampilan yang lebih baik sehingga hasilnya lebih baik dari ide aslinya.
    4. Atau lebih baik dari banyak unsur-unsur lainnya spt: volume produksi, kecepatan duplikasi, proses assemblingnya, dll.
    Jika anda (atau anak anda) jenis ‘up copier’ seperti di atas maka tidak perlu silau dengan para ‘creator’. Penggemblengan untuk anda justru bukan untuk kreatif melainkan untuk kemampuan mengeksekusi. Kehebatan anda justru membaui (mengendus) dimana ada duit. Diantaranya dari inspirasi orang lain yang akan berubah menjadi duit di tangan anda.
    Mengetahui apakah anda (atau anak anda) seorang ‘up copier‘ atau ‘creator’ cukup dengan Tes STIFIn. Sekali seumur hidup. Sehingga dapat melakukan penggemblengan sejak dini sesuai dengan panggilan kekuatan alaminya. Tanpa keluar ‘stupid cost‘.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • Matahari Kembar

    Bahwa kecerdasan majemuk menciptakan kepemimpinan majemuk. Kecerdasan tunggal menciptakan kepemimpinan tunggal. Diskusi tentang konsep kepemimpinan itu selalu akan menarik. Namun bagi kami sudah selesai, kepemimpinan tunggallah yang sebenarnya berlaku dalam keseharian.
    Jangankan majemuk yang akan menjadi sangat kompleks, kepemimpinan kembar saja akan menciptakan kegaduhan. Parpol akan lemah bahkan hancur cukup dengan mendorong munculnya ‘matahari kembar’. Dan ini berlaku pada organisasi keagamaan yang paling sakral sekalipun. Jika sudah tersusupi ‘matahari kembar’ maka organisasi apa pun akan hancur.

    Matahari Kembar Akan Melemahkan

    Jadi, ‘matahari kembar’ bukan menambah kekuatan melainkan menghancurkan. Apalagi jika majemuk. Bahkan Pancasila –dengan 5 silanya– tidak akan pernah bisa menjadi kekuatan bangsa Indonesia jika 5 sila (baca: 5 rujukan kebaikan) berjalan masing-masing menjadi 5 kiblat yang berbeda dengan kedudukan sama kuat. Pancasila akan menjadi hidup, bernyawa, membumi, realistis, dan murah penyelenggaraannya jika salah 1 sila (yaitu sila pertama) memimpin 4 sila yang lainnya.
    Jika di kepala kita ada kepemimpinan kembar maka akan menjadikan seseorang berkepribadian ganda. Dan ini berarti penyakit jiwa. Maka Konsep STIFIn menjadi ‘gue banget’ karena berhasil menemukan ‘matahari tunggal’ setiap orang.
    Farid Poniman
    Penemu STIFIn
  • GET A FREE QUOTE NOW

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel

    ADDRESS

    4759, NY 10011 Abia Martin Drive, Huston

    EMAIL

    contact-support@mail.com
    another@mail.com

    TELEPHONE

    +201 478 9800
    +501 478 9800

    MOBILE

    0177 7536213 44,
    017 775362 13